Free Soccer Ball Cursors at www.totallyfreecursors.com
PerMiDi: HIKMAH
RSS
Showing posts with label HIKMAH. Show all posts
Showing posts with label HIKMAH. Show all posts

Sepengal Hikmah dari Perang Mu'tah



-postingan kali ini hasil comot sana-sini-
Sebuah renungan dari perang heroik, 3.000 pasukan muslim melawan 200.000 pasukan Romawi bersenjata lengkap.
Baca kisah selengkapnya di sini atau di mari.
Nah, kalau sudah dibaca kisahnya, saatnya kita berkaca...

Kita merasa berat padahal kita tidak pernah berjihad. Kita mengeluh sering pulang malam dan kecapekan karena kita tidak pernah membayangkan mobilitas para sahabat seperti Zaid, Ja’far dan Ibnu Rawahah yang menempuh perjalanan beberapa pekan, lalu berperang beberapa pekan pula. Kita mengeluhkan hari libur yang tersita sehingga jarang berekreasi bersama keluarga karena kita tak pernah menempatkan diri seperti Zaid, Ja’far dan Ibnu Rawahah yang setiap kali berangkat jihad mereka meninggalkan wasiat pada istri dan keluarganya. Kita mengeluh korban tenaga, kehujanan, sampai terkena flu bahkan masuk rumah sakit. Karena kita tak pernah membayangkan jika kita yang menjadi para sahabat. Bukan flu yang menyerang tetapi anak-anak panah yang menancap di badan. Bukan panas dan meriang yang datang tetapi tombak yang menghujam. Bukan batuk karena kelelahan tapi sayatan pedang yang membentuk luka dan menumpahkan darah.
Kita mengeluh dengan pengeluaran sebagian kecil uang kita karena kita tidak membayangkan betapa besarnya biaya jihad para sahabat. Mulai dari membeli unta atau kuda, baju besi sampai senjata. Kita mengeluhkan masyarakat kita yang tidak juga menyambut dakwah sementara Zaid, Ja’far, dan Ibnu Rawahah bahkan tak pernah mengeluh meskipun berhadapan dengan 100.000 pasukan musuh. Kita merasa berat dan seringkali mengeluh karena kita tak memahami bahwa perjuangan Islam resikonya adalah kematian. Maka yang kita alami bukan apa-apa dibandingkan tombak yang menghujam tubuh Zaid bin Haritsah. Yang kita keluhkan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan sabetan pedang yang memutuskan dua tangan Ja’far bin Abu Thalib dan membelah tubuhnya. Yang kita rasa berat tidak seberapa dibandingkan luka-luka di tubuh Ibnu Rawahah yang membawanya pada kesyahidan.
Lalu pantaskah kita berharap Rasulullah menangis karena kematian kita? Pantaskah kita berharap malaikat datang menyambut kita? Atau bidadari menjemput kita? Kemudian pintu surga dibukakan untuk kita?
Ya Allah, jika kami memang belum pantas untuk itu semua, jangan biarkan kami mengeluh di jalan dakwah ini. Ya Allah, anugerahkanlah hidayah-Mu kepada kami, dan janganlah Engkau jadikan hati kami condong pada kesesatan sesudah Engkau memberi hidayah pada kami. Aamiin.
Semoga semakin produktif menebar kebaikan, tidak gentar untuk berkorban, jauh dari segala keluhan, optimis melewati setiap ujian, berkontribusi untuk kemenangan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bumi Jihad Palestina...

Kultwit ustd Felix Siauw (18/11/12)

1. pembantaian Muslim Palestina oleh yahudi laknatullah tampaknya jadi "pertunjukan layar kaca paling lama" yg pernah diputar
2. yahudi israel membintangi episode demi episode ditayangkan tiap waktunya kepada kaum Muslim | sampai detik ini pun
3. anehnya | kaum Muslim bersedih duka saat saksikan pembunuhan saudara2 mereka saat itu | namun membiarkan terulang episode berikutnya
4. mengumpat dan mengutuk kita lakukan saat dipertontonkan penyiksaan dan kesakitan mereka | namun semua selalu terulang kembali
5. ingatkah 2009, syahid 1.300 Muslim kurang dari 1 bulan di tangan yahudi? | 2010 saat insiden freedom flotilla?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Fasilitas yang Belum Terbalas

Suatu hari, Ibu bernostalgia tentang perjalanan hidupku. Mengingat-ingat apa yang dulu ingin aku tekuni tapi sekarang tidak membekas ;)

Dulu...
Ingin jadi qori', diantar kursus qiroah ke sana-sini akhirnya berakhir di tengah jalan.

Ingin bisa main keyboard, ikut ekskul di SMP (waktu itu masih nge-fans banget sama para keybordist). Dibelikan keyboard biar bisa belajar di rumah, sekarang hanya museumkan di atas lemari.

Senang lihat bola, sampai borong tabloid, pasang2 poster pemain, ga berbekas juga... (la ini, njuk aku disuruh jadi pemain bola gitu?)

Mmm, mungkin yang kesampaian adalah,
dibelikan motor, sekarang jadi suka pergi ^_______^

#mungkin ini salah satu akibat keresahan sang Ibu karena sudah difasilitasi tapi belum ada hasilnya, termasuk difasilitasi laptop tapi belum menghasilkan skirpsi.

hehe :&

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jangan Ada Lagi

Jangan ada lagi kader yang mengatakan,  
saya jadi buruk begini karena lingkungan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

"US" dan "AS"

Salah satu da'i favorit yang "adem" ceramahnya bagi ana adalah Aa Gym. Pemuka di Geger Kalong, Daarut Tauhid, Bandung ini biasanya menyampaikan  tausyiahnya dengan datar, tapi dari hati. Jadi maknyus ke hati juga. Tak jarang beliau ceramah dari Mekkah, Singapure, Malaysia, keliling terus ke penjuru dunia. MasyaAlloh... 

Rumus-rumus kehidupan yang mudah dihapalkan dan wajib diamalkan sering beliau sampaikan. Dan kini akses nasihat beliau kian mudah dengan program SMS Tauhid yang setiap hari lebih dari satu kali dikirimkan. Kalau sahabat mau, segera daftar saja.

Untuk daftar SMS Tauhid ketik:

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kasihmu Tak Terbeli

Beliau mengenalkan ana padaNya, pada Rasul, sebagai landasan hidup agar sukses dunia akhirat. Beliau yang mendampingi ana menghafal bacaan sholat, belajar tajwid, belajar siroh. Alhamdulillah... Beliau guru agama yang bijak, sabar dan tak mudah menyerah saat ana putus asa atau lebih tepatnya mutung karena tak kunjung hafal ayat-ayat Al Quran. Beliau guru pertama dalam kehidupan.

Beliau mengajarkan ana kasih sayang. Kasih sayang Ibu tidak hanya untuk ketiga putra-putrinya, beliau juga mendampingi lebih dari 500 siswa-siswi sebagai Waka. Kesiswaan di sekolah tempatnya berkarya. Tidak jarang beliau harus turun tangan menyelesaikan kenakalan siswa. Jadi tak tega rasanya menambah beban pikirannya untuk menyelesaikan masalah ana. Mungkin ini yang membuat ana jarang cerita padanya, lebih baik menyelesaikannya sendiri selama masih mampu. Mencoba mandiri, seperti yang beliau inginkan. Darinya pula ana belajar berbagi, selalu ingin bermanfaat bagi manusia lain.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Belajar dari Siapa Saja

Sahabat, masih berkisah perjalanan. Karena perjalanan tak pernah habis menapakkan jejaknya. Sebenarnya masih berhubungan dengan tulisan ini. Kalaupun ternyata ga nyambung, disambung-sambung-in yak! :)
Perjalanan, dari suatu tempat ke tempat yang lain sayang untuk dibiarkan berlalu begitu saja. Setiap meter yang kita tapaki memberi pelajaran. Pelajaran itu datang dari siapa saja, pastinya sahabat sering ingat kata: belajar bisa dari siapa saja, atau dengarkan apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan. Ana sepakat. Salah satunya di jalan, tempat orang berlalu-lalang, menjemput rizki atau sekedar foto-foto (ga jarang kan lihat ada orang yang hobinya foto-foto di jalan). Berikut hikmah perjalanan yang bisa ana tulis di sini, sahabat yang punya pengalaman di perjalanan boleh menambahi :))

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Menangis di Pagi Hari

 
Semoga tangisan ini bukan air mata yang sia-sia. Meleleh, setelah diskusi dengan seseorang. Intinya, beliau memang sudah menutup hati untuk salah satu jamaah Islam yang penampilannya "ektrim". Keinginan ana untuk membuka pandangan beliau lebih luas tentang berbagai jamaah Islam di Indonesia membuka awal pembicaraan kami,

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS